Rabu, 14 Desember 2011

ETHYLEN MEMPERCEPAT PROSES PEMASAKAN BUAH MELON



Ethylen adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan hormon lainnya seperti auxin, gibberellin dan cytokinin. Dalam keadaan normal, ethylen berada dalam bentuk gas (C2 H4) dengan struktur kimia yang sangat sederhana.
Ethylen dihasilkan pada proses respirasi buah, daun dan jaringan lainnya di dalam tanaman. Karena dihasilkan oleh tanaman dalam jumlah banyak maka hormon ini dapat mempercepat pemasakan buah.
Struktur kimia ethylen sangat sederhana sekali yaitu terdiri dari dua atom karbon dan empat atom hidrogen seperti yang terlihat pada struktur kimia pada skema 1 :
Biosintesis ethylen terjadi di dalam jaringan tanaman yaitu terjadi perubahan dari senyawa awal asam amino methionine atas bantuan cahaya dan FMN ( Flavin Mono Nucleotida ) menjadi methionil. Senyawa tersebut mengalami perubahan atas bantuan cahaya dan FMN menjadi ethylen, methyl disulphide dan formic acid seperti pada skema 2 :
Akhir-akhir ini zat tumbuh etilen hasil sintetis (buatan manusia) banyak yang beredar dan diperdagangkan bebas dalam bentuk larutan adalah Ethrel atau 2 - Cepa.
Ethrel inilah yang dalam praktek sehari-hari banyak digunakan oleh petani-petani melon di Jawa Timur, khususnya karesidenan Madiun untuk mempercepat proses pemasakan buah melon. Ethrel adalah zat tumbuh 2 - Chloro sthyl phosphonic acid (2 - Cepa ) dengan rumus bangun pada skema 3
Pada pH di bawah 3,5 molekulnya stabil, tetapi pada pH di atas 3,5 akan mengalami disintegrasi membebaskan gas etilen, khlorida dan ion fosfat.
Karena sitoplasma tanaman pHnya lebih tinggi daripada 4,1 maka apabila 2 - Cepa masuk ke dalam jaringan tanaman akan membebaskan etylen. Kecepatan disintegrasi dan kadar etylen bertambah dengan kenaikan pH. Sudah diketahui bahwa untuk mempercepat proses pemasakan buah dipakai karbit yang juga mengeluarkan gas etylen tetapi jika dibandingkan dengan penggunaan ethrel atau 2 - Cepa ternyata bahwa penggunaan ethrel atau 2-Cepa lebih baik pengaruhnya daripada karbit baik dari segi waktu, warna, aroma dan cara penggunaannya pada buah yang telah masak.
CARA APLIKASI :
Cara menggunakan ethrel adalah dengan mengencerkan larutan terlebih dahulu. Biasanya konsentrasi yang digunakan adalah + 30 cc / lt. air. Penggunaan dosis dengan konsentrasi yang terlalu rendah memberikan efektivitas yang kurang baik sebaliknya bila konsentrasi terlalu tinggi akan memberikan suatu pemborosan. Setelah larutan ethrel diencerkan ( 30 cc / lt. air ) disemprot pada tanaman melon yang berumur antara 57 - 60 hari setelah pindah tanam.
Di sini perlu diperhatikan bahwa :
1. Bagian buah melon yang disemprot hanya 2/3 bagian dari bawah ke atas. Usahakan agar penyemprotan tidak mengena pada tangkai buah karena akan mempercepat buah menjadi rontok.
2. Apabila penyemprotan ethrel dilakukan pada buah melon yang belum tua (belum masak) lalu buah tersebut segera dipetik akan memberikan pengaruh yang negatif terutama pada warna, rasa dan aroma.
3. Waktu penyemprotan sebaiknya dilakukan antara jam 10.00 - 11.00 WIB siang dengan harapan sudah tidak ada embun yang melekat pada buah sehingga ethrel yang disemprot langsung kena pada buah. Bila sehabis semprot langsung turun hujan, maka reaksi ethrel tidak akan efektif.
4. Lamanya waktu antara 3 - 4 hari setelah disemprot maka buah melon siap dipanen dengan kualitas buah yang standar (warna, rasa dan aroma).
5. Bagaimanapun juga baiknya ethrel dalam proses percepatan pemasakan buah melon, tetapi tetap ada saja efek negatifnya, yaitu buah melon harus segera dipetik (kurun waktu 3-4 hari), mengurangi lamanya daya simpan dan dapat mengecewakan pembeli karena terkecoh oleh warna yang menarik tetapi buah melonnya sendiri kurang umur (kurang masak) sehingga rasanya tidak manis.
MENGAPA ETHYLEN MEMPERCEPAT PROSES PEMASAKAN BUAH MELON
Mobilitas Ethylen Dalam Buah
Secara teoritis dari segi fisiologis tanaman disebutkan bahwa mekanisme / kerja ethylen dalam proses pemasakan buah adalah :
1. Pada tingkat molekular C2H4 (ethylen ) dapat terikat pada ion logam pada enzim atau ikut serta dalam sistem pengangkutan elektron yang khusus.
2. Pada tingkat sel, C2H4 menambah permeabilitas membran sel maupun membran-membran bagian sub seluler sehingga membuatsubstrat lebih mudah dapat dicapai oleh enzim-enzim yang bersangkutan karena C2H4 mudah larut dalam air dan lemak.
3. Dengan mudahnya enzim mencapai substrat menyebabkan terjadinya percepatan proses respirasi di dalam buah dan mempercepat proses perubahan karbohidrat menjadi gula pada proses pemasakan tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar