Jumat, 31 Agustus 2012

BUDIDAYA SELEDRI


BUDIDAYA SELEDRI

  • Seledri (Apium graveolens L.) sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia.
  • Tanaman Seledri dikenal sebagai sayuran bumbu (penyedap rasa), ada juga yang mengatakan sebagai obat, penyembuh demam dan darah tinggi, ada pula yang mengatakan sebagai penyubur rambut.
  • Dalam klasifikasinya, Seledri tergolong dalam family Umberliflorae.
  • Di masya-rakat Indonesia tanaman seledri yang banyak dikenal ada dua varietas yaitu : Seledri potong (Varietas Sylvester) dan Seledri daun (Varietas Secalium). Sebenarnya masih ada satu jenis lagi Seledri tetapi jarang ditemui di masyarakat yaitu Seledri berumbi (Varietas Repaceum).
  • Diantara ketiga varietas di atas Seledri daun yang paling banyak dibudidayakan petani adalah jenis Seledri daun (Cut Common).
  • Varietas ini mempunyai ciri diantaranya tanamannya pendek , daunnya banyak, juga anakannya cukup banyak. Beberapa benih seledri yang banyak ditemui di toko pertanian antara lain Amigo (East West), produk Royal Sluis dan sebagainya.

Syarat Tumbuh
Tanaman Seledri dapat ditanam dari dataran rendah hingga dataran tinggi, tetapi untuk mencapai hasil optimal penanamannya dilakukan pada ketinggian antara 1.000 - 1.200 m.dpl. bisa memperoleh hasil yang terbaik.

Teknik Persemaian
Tanaman Seledri sebelum tanam perlu disemai terlebih dahulu. Adapun caranya sebagai berikut :
  • Disiapkan bedengan dengan lebar antara 80 - 100 cm. panjang sesuai kebutuhan dan tanah tersebut diolah dicampur pupuk kandang fermentasi.
  • Setelah tanah bedengan dirapikan benih Seledri ditabur rata tidak boleh menumpuk (bergerombol) supaya pertumbuhannya seragam.
  • Kemudian ditutup pakai campuran tanah + pupuk kandang + serbuk gergaji atau sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah itu disiram dan ditutup pakai karung biar tanahnya lembab dan merangsang perkecambahan.
  • Setelah + 10 hari tanaman akan tumbuh, penutup dibuang (diambil) dan untuk mengurangi terik panas matahari dibuatkan naungan. Seperti persemaian yang lainnya perlu dilakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari. Setelah berumur + 45 hari sampai 50 hari bibit tersebut siap ditanam.
  • Lakukan penyemprotan larutan POC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air, & WT Zpt dosis 2 ml/lt air scr periodik 3 – 5 hr sekali.

Penanaman
  • Pengolahan lahan dilakukan bersamaan dengan waktu semai.
  • Cara pengolahan lahan seperti biasa membuat bedengan-bedengan berukuran 80 cm - 100 m. panjang sesuai kebutuhan.
  • Jarak antar bedeng + 40 cm dan kebutuhan pupuk kandang + 20 ton per hektar dicampur rata di atas bedengan.
  • Untuk memudahkan pemeliharaan kebiasaan petani membuat parit-parit keliling untuk pengairan. Karena tanaman Seledri biasanya membutuhkan air banyak apalagi pada musim kemarau.
  • Jarak tanam 25 x 25 cm2 atau 30 x 30 cm2 dengan dua atau tiga tanaman per lubang.

Pemupukan
  • Untuk pemupukan dalam satu musim tanam antara dua sampai tiga kali.
  • Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 10 - 15 hari setelah tanam dengan dosis Urea = 50 kg/ha. dan KCl = 40 kg/ha.
  • Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur + 30 hari setelah tanam dengan dosis Urea = 50 kg/ha.
  • Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman berumur + 45 hari setelah tanam dengan dosis urea = 40 kg/ha. Pemupukan ini jarang dilakukan kecuali kalau tanaman dirasa kurang subur.
  • Penyemprotan larutan POC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air  & WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air scr periodik seminggu sekali.

 Pemeliharaan
  • Untuk memperoleh hasil yang optimal pengairan perlu dilakukan secara kontinyu terutama saat tanam di musim kemarau. Pada saat musim kemarau, penyiraman dilakukan setiap 10 hari sekali.
  • Disamping pengairan, penyiangan juga perlu dilaksanakan setiap 15 hari sekali.        

Hama dan Penyakit
Hama
Pada Seledri hama utama adalah Liriomyza atau wereng. Hama ini berbahaya sekali kalau dibiarkan. Hama ini menghisap cairan daun sampai kering. Disamping hama di atas hama lain antara lain Aphid dan Ulat,.Pengendalian dengan penyemprotan larutan WT Bvr  dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air & WT Ajuvant  dosis 2 ml/lt air

Penyakit
Penyakit utama pada tanaman Seledri adalah penyakit cacar coklat kuning (Cercospora apii) dan sejenis cendawan (Septoria apii). Kedua penyakit ini gejala yang ditimbulkan hampir sama dan mengendalikannya dengan penyemprotan larutan WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air  & WT Ajuvant  dosis 2 ml/lt air

Panen
  • Tanaman Seledri daun dipanen + berumur 45 - 60 hari.
  • Cara panen dengan mencabut tanaman sampai akarnya, kemudian dicuci hingga bersih selanjutnya ditali dan siap dibawa ke pasar. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar